Bagian 1: Ia Memanggil Namamu
Ayat Panduan
"Domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya." (Yohanes 10:3-4)
"Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku." (Mazmur 51:8)
Latar Belakang
Pada zaman Yesus, beberapa kawanan domba sering dikumpulkan bersama dalam satu kandang pada malam hari. Pagi harinya, para gembala berdiri di pintu kandang dan memanggil. Domba-dombanya. Domba -dombanya mengenali suara gembalanya, mereka keluar terpisah dari domba-domba milik gembala yang lain. Yesus memakai gambaran yang sudah dikenal ini untuk menunjukkan betapa dekat Ia mengenal orang-orang milik-Nya. Ia tidak memanggil kawanan domba secara umum. Ia memanggil setiap domba menurut namanya.
Perenungan
Sebelum Gembala menuntun dirimu, Ia lebih dulu memanggil namamu. Urutan ini penting. Ia tidak mulai menuntunmu lalu baru mencari tahu siapa kamu di tengah jalan. Ia mengenalmu terlebih dulu.
Ini memberikan kita kelegaan Karena kebanyakan diantara kita diam-diam takut, berpikir bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita yang sudah "diedit": yang tidak pernah absen ke gereja setiap Minggu, yang selalu benar jawabannya di kelompok, sosok diri yang sesuai keinginan, dengan motivasi yang campur aduk, termasuk luka lama, dan perlawanan yang diam-diam, benar-benar ikut dalam gambaran itu?
Mazmur 139 memberikan kepada kita jawaban dengan jelas: "TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku" (ayat 1). Ia tahu kapan kamu duduk dan kapan kamu berdiri. Ia tahu pikiranmu sebelum kamu mengucapkannya. Tidak ada ruang tersembunyi dalam hatimu yang belum Ia masuki. Gembala tidak sedang menuntun versi yang palsu dalam dirimu, karena Ia tidak pernah tertipu oleh versi itu.
Mazmur 51:8 memberi tahu kepada kita apa yang Tuhan inginkan yaitu kebenaran dalam batin. Tuhan tidak mencari penampilan yang lebih baik. Ia mencari kejujuran di dalam hati. Kebenaran adalah Suatu cara yang sederhana untuk menguji pertumbuhan yang kita lihat dalam diri kita: tuntunan Gembala selalu membawa kita kepada kejujuran yang lebih dalam, bukan kepada penampilan yang lebih rapi. Jikalau "pertumbuhan" itu membuatmu harus menyembunyikan lebih banyak pada keinginan pribadimu, maka itu bukan Pekerjaan Tuhan.
Pendalaman
Perhatikan bahwa Daud tidak berhenti pada "Engkau menyelidiki aku." Ia menutup Mazmur 139 dengan sebuah undangan: "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku" (ayat 23). Kita hanya bisa meminta diperiksa oleh seseorang yang kita percaya yang melihat dengan tepat dan tetap mengasihi kita. Untuk mengenali diri pribadi kita dalam kehidupan Kristen bukanlah proyek memperbaiki diri. Hal Ini dimulai dari ketika kita berhenti bersembunyi dari Dia yang sudah melihat segalanya.
Dari sinilah berasal pertanyaan dalam sistem dari bagian-bagian hidup kita. Gembala sering menunjukkan bagian-bagian diri kita secara perlahan, seperti: sikap kita yang selalu menanggapi sesuatu dengan marah, sikap ketakutan yang sulit teratasi, sikap dalam menghadapi konflik. Ketika kita dapat melihat semua ini dalam diri kita bukanlah berarti kita dapat memperbaikinya. Tetapi, ini adalah titik awal dimana Tuhan akan bekerja.
PIKIRKAN HARI INI
Dibandingkan dengan versi hidup saya yang saya jalani ini, Tuhan tidak pernah bekerja dari versi hidup saya yang tidak jelas. Tuhan bekerja sesuai dengan versi Nya.
PERTANYAAN UNTUK DICATAT (Mohon Dicatat Sebelum Retret)
Bagian dari diriku yang mana yang aku sadari sekarang, yang tahun lalu aku belum menyadarinya? (Tidak harus hal itu sudah beres, cukup jika kamu dapat membandingkan perbedaan dulu dan sekarang)
JALANKAN
Doakan Mazmur 139:23-24 dengan perlahan, sekali di pagi hari dan sekali di malam hari. Lalu tuliskan satu hal yang terlihat hari ini, misalnya sebuah sikap marahmu, motivasimu, atau rasa takutmu. Jangan di analisakan sendiri. Cukup sebutkan dengan jujur semuanya itu di hadapan Tuhan.
Doa
Gembala yang baik, Engkau tahu namaku, dan Engkau mengenal aku. Terima kasih karena aku tidak perlu menampilkan versi diriku yang aku pikir lebih baik supaya Engkau mau menuntunku. Selidikilah aku dan kenallah hatiku. Tunjukkanlah kepadaku apa yang sudah Engkau selidiki, dan berilah aku keberanian untuk jujur kepada-Mu, kepada diriku sendiri, dan kepada orang-orang di sekitarku. Amin.
Untuk pemimpin: Saat kamu mempersiapkan diri, tanyakan pada dirimu: di bagian manakah aku sedang mempersiapkan bukan untuk menampilkan Kemuliaan Tuhan tetapi penampilkan pribadiku sendiri. Tidak perlu dijawab tapi renungkanlah dan doakan, dan proses pergumulan batinmu akan membantu kamu menyikapi dengan lembut pertanyaan serupa yang dihadapi orang lain.

